News Wanita

TERHARU!!! Wanita Ini Operasi Plastik Gratis di Korea, Lihat Wajahnya Sekarang

Korea dikenal sebagai negara jagonya ‘operasi kecantikan’. Kepiawaian klinik kecantikan di Korea untuk mempermak wajah, sudah terkenal tak hanya di Asia, bahkan juga sampai ke negara maju di Eropa.

TERHARU!!! Wanita Ini Operasi Plastik Gratis di Korea, Lihat Wajahnya Sekarang


Kehebatan Korea soal hal itu, juga bisa dilihat dalam acara televisi bertajuk Let Me In Thailand.

Acara ini adalah sebuah acara reality show, yang menampilkan sejumlah wanita Thailand yang bersedia untuk menjadi sukarelawan operasi kecantikan.


Lin (23), adalah salah satu dari contoh paling sukses yang pernah ada.

Dari seorang wanita yang tak percaya diri bahkan untyuk sekadar berselfie, kini Lin bahkan ditawari sejumlah agensi Thailanduntuk menjadi model.

Lihat saja foto wajah Lin saat ini :

Dikutip dari artikel yang diterbitkan media Thailand, The Bangkok Coconut, Lin, yang bernama lengkap Wongtawan Panuprateep, adalah wanita pertama yang ditawari menjadi sukarelawan acara ini.

Lin drop out dari kuliahnya karena tak punya cukup uang.








Ia ingin bekerja, tapi banyak perusahaan yang menolaknya, karena ia tak ‘berpenampilan baik’.

Dengan wajah barunya, kini bisa ditebak, Lin tak akan sulit mecari pekerjaan.

“Aku ingin punya pekerjaan yang bagus. Aku ingin memberi ibuku kehidupan yang lebih baik,” kata Lin.






Setelah terpilih dalam acara reality show ini, tim operasi wajah bekerja keras untuk mempermak wajah Lin.

Rahang Lin, menjadi tantangan terbesar tim dokter.

Adapun bagian wajah Lin yang dioperasi adalah gigi,rahang, mata, dan hidung.

Terakhir, suntikan Botox membuat Lin kini menjadi orang yang betul-betul berbeda.

“Aku sungguh menyukainya,” kata Lin hampir menangis ketika melihat wajahnya pertama kali.

“Aku sangat tersanjung. Ini adalah kesempatan terbaik yang pernah kudapat dalam hidupku,” kata dia. (*)

Woww..!! Gadis Ini Raih Gelar Master Di Usia Masih Belia 13 Tahun

Gadis berusia 13 tahun asal India, Sushma Verma, mengejutkan banyak orang di kotanya karena ia kini tengah mengejar gelar master di bidang mikrobiologi. Meski berasal dari keluarga miskin, anak jenius itu mendapat dukungan penuh dari orang tuanya yang banting tulang membiayai pendidikan Sushma. 

Woww..!! Gadis Ini Raih Gelar Master Di Usia Masih Belia 13 Tahun


Sushma sudah menyelesaikan sekolah menengah atasnya saat ia berusia tujuh tahun dan enam tahun kemudian meraih gelar sarjana. Sushma mengatakan orang tuanya yang tidak mengenyam pendidikan bekerja keras dan terus memberinya semangat untuk sekolah. "Mereka mengijinkanku melakukan apa pun yang kumau. Kuharap orang tua lain tak memaksakan keinginan mereka sendiri terhadap anak-anaknya," kata Sushma.

Sushma tinggal bersama orang tua dan tiga adiknya di sebuah apartemen satu kamar di Lucknow, ibukota negara bagian Uttar Pradesh yang terletak di bagian utara India. Sumber penghasilan keluarga itu hanya berasal dari sang ayah yang bekerja sebagai kuli bangunan dengan bayaran kurang dari 3,5 dolar per hari.

Baca Juga : 
Orang tua Sushma bahkan sampai rela menjual tanah mereka seluas 930 meter persegi seharga 400 dolar Amerika Serikat untuk membayar sebagian biaya pendidikannya di B.R. Ambedkar Central University yang akan dimulai pekan depan. "Saudara dan kawan-kawanku menentangnya, tapi aku tak punya pilihan," kata Tej Bahadur Verma, ayah Sushma. Ia pula yang setia mengantar Sushma setiap hari ke kampus dengan sepeda.

Harta berharga mereka hanya berupa meja belajar dan seperangkat komputer bekas. Tak punya televisi justru memberi keuntungan bagi Sushma. "Tak ada yang bisa dilakukan selain belajar," kata gadis berperawakan kurus itu. Kakak laki-laki tertua Sushma juga seorang jenius. Ia lulus SMA pada usia tujuh tahun dan menjadi satu dari lulusan termuda di India saat ia meraih gelar sarjana bidang komputer.

Sushma sebenarnya ingin menjadi dokter namun ia tak bisa ikut tes di sekolah kedokteran hingga usianya 18 tahun. "Jadi aku memilih mengejar gelar master dan selanjutnya menyelesaikan program doktor," kata Sushma.

Sushma verma pun mendapat bantuan dari banyak orang termasuk dana dari kegiatan amal sebesar US$ 12.600 untuk menyelesaikan pendidikannya.

Salut dan sangat menginspirasi cerita ini, Bagikan ya..

Kisah Inspiratif Yang Mengharukan " Gendong Aku 1 Bulan Sebelum Kau Ceraikan

Kisah Inspiratif Yang Mengharukan " Gendong Aku 1 Bulan Sebelum Kau Ceraikan

Pada hari pernikahanku, aku menggendong istriku. Mobil pengantin berhenti di depan apartment kami. Teman-teman memaksaku menggendong istriku keluar dari mobil. Lalu aku menggendongnya ke rumah kami. Dia tersipu malu-malu. Saat itu, aku adalah seorang pengantin pria yang kuat dan bahagia.

Ini adalah kejadian 10 tahun yang lalu...

Hari-hari berikutnya berjalan biasa. Kami memiliki seorang anak, aku bekerja sebagai pengusaha dan berusaha menghasilkan uang lebih. Ketika aset-aset perusahaan meningkat, kasih sayang diantara aku dan istriku seperti mulai menurun.

Istriku seorang pegawai pemerintah. Setiap pagi kami pergi bersama dan pulang hampir di waktu yang bersamaan. Anak kami bersekolah di sekolah asrama. Kehidupan pernikahan kami terlihat sangat bahagia, namun kehidupan yang tenang sepertinya lebih mudah terpengaruh oleh perubahan-perubahan yang tak terduga.


Lalu Jane datang ke dalam kehidupanku.

Hari itu hari yang cerah. Aku berdiri di balkon yang luas. Jane memelukku dari belakang. Sekali lagi hatiku seperti terbenam di dalam cintanya. Apartment ini aku belikan untuknya. Lalu Jane berkata, “Kau adalah laki-laki yang pandai memikat wanita.” Kata-katanya tiba-tiba mengingatkan ku pada istriku. Ketika kami baru menikah, istriku berkata “Laki-laki sepertimu, ketika sukses nanti, akan memikat banyak wanita.” Memikirkan hal ini, aku menjadi ragu-ragu. Aku tahu, aku telah mengkhianati istriku.

Aku menyampingkan tangan Jane dan berkata, “Kamu perlu memilih beberapa furnitur, ok? Ada yang perlu aku lakukan di perusahaan.” Dia terlihat tidak senang, karena aku telah berjanji akan menemaninya melihat-lihat furnitur. Sesaat, pikiran untuk bercerai menjadi semakin jelas walaupun sebelumnya tampak mustahil. Bagaimanapun juga, akan sulit untuk mengatakannya pada istriku. Tidak peduli selembut apapun aku mengatakannya, dia akan sangat terluka. Sejujurnya, dia adalah seorang istri yang baik. Setiap malam, dia selalu sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk di depan televisi. Makan malam akan segera tersedia. Kemudian kami menonton TV bersama. Hal ini sebelumnya merupakan hiburan bagiku.

Suatu hari aku bertanya pada istriku dengan bercanda, “Kalau misalnya kita bercerai, apa yang akan kamu lakukan?” Dia menatapku beberapa saat tanpa berkata apapun. Kelihatannya dia seorang yang percaya bahwa perceraian tidak akan datang padanya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksinya ketika nanti dia tahu bahwa aku serius tentang ini.

Ketika istriku datang ke kantorku, Jane langsung pegi keluar. Hampir semua pegawai melihat istriku dengan pandangan simpatik dan mencoba menyembunyikan apa yang sedang terjadi ketika berbicara dengannya. Istriku seperti mendapat sedikit petunjuk. Dia tersenyum dengan lembut kepada bawahan-bawahanku. Tapi aku melihat ada perasaan luka di matanya.

Sekali lagi, Jane berkata padaku, “Sayang, ceraikan dia, ok? Lalu kita akan hidup bersama.” Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak bisa ragu-ragu lagi.

Ketika aku pulang malam itu, istriku sedang menyiapkan makan malam. Aku menggemgam tangannya dan berkata, “Ada yang ingin aku bicarakan.” Dia kemudian duduk dan makan dalam diam. Lagi, aku melihat perasaan luka dari matanya.

Tiba-tiba aku tidak bisa membuka mulutku. Tapi aku harus tetap mengatakan ini pada istriku. Aku ingin bercerai. Aku memulai pembicaraan dengan tenang.

Dia seperti tidak terganggu dengan kata-kataku, sebaliknya malah bertanya dengan lembut, “Kenapa?”

Aku menghindari pertanyaannya. Hal ini membuatnya marah. Dia melempar sumpit dan berteriak padaku, “Kamu bukan seorang pria!” Malam itu, kami tidak saling bicara. Dia menangis. Aku tahu, dia ingin mencari tahu apa yang sedang terjadi di dalam pernikahan kami. Tapi aku sulit memberikannya jawaban yang memuaskan, bahwa hatiku telah memilih Jane. Aku tidak mencintainya lagi. Aku hanya mengasihaninya!

Dengan perasaan bersalah, aku membuat perjanjian perceraian yang menyatakan bahwa istriku bisa memiliki rumah kami, mobil kami dan 30% aset perusahaanku.

Dia melirik surat itu dan kemudian merobek-robeknya. Wanita yang telah menghabiskan 10 tahun hidupnya denganku telah menjadi seorang yang asing bagiku. Aku menyesal karena telah menyia-nyiakan waktu, daya dan tenaganya tapi aku tidak bisa menarik kembali apa yang telah aku katakan karena aku sangat mencintai Jane. Akhirnya istriku menangis dengan keras di depanku, yang telah aku perkirakan sebelumnya. Bagiku, tangisannya adalah semacam pelepasan. Pikiran tentang perceraian yang telah memenuhi diriku selama beberapa minggu belakangan, sekarang menjadi tampak tegas dan jelas.

Hari berikutnya, aku pulang terlambat dan melihat istriku menulis sesuatu di meja makan. Aku tidak makan malam, tapi langsung tidur dan tertidur dengan cepat karena telah seharian bersama Jane.

Ketika aku terbangun, istriku masih disana, menulis. Aku tidak mempedulikannya dan langsung kembali tidur.

Paginya, dia menyerahkan syarat perceraiannya: Dia tidak menginginkan apapun dariku, hanya menginginkan perhatian selama sebulan sebelum perceraian. Dia meminta dalam 1 bulan itu kami berdua harus berusaha hidup sebiasa mungkin. Alasannya sederhana : Anak kami sedang menghadapi ujian dalam sebulan itu, dan dia tidak mau mengacaukan anak kami dengan perceraian kami.

Aku setuju saja dengan permintaannya. Namun dia meminta satu lagi, dia memintaku untuk meingat bagaimana menggendongnya ketika aku membawanya ke kamar pengantin, di hari pernikahan kami.

Dia memintanya selama 1 bulan setiap hari, aku menggendongnya keluar dari kamar kami, ke pintu depan setiap pagi. Aku pikir dia gila. Aku menerima permintaannya yang aneh karena hanya ingin membuat hari-hari terakhir kebersamaan kami lebih mudah diterima olehnya.

Aku memberi tahu Jane tentang syarat perceraian dari istriku. Dia tertawa keras dan berpikir bahwa hal itu berlebihan. “Trik apapun yang dia gunakan, dia harus tetap menghadapi perceraian!”, kata Jane, dengan nada menghina.

Istriku dan aku sudah lama tidak melakukan kontak fisik sejak keinginan untuk bercerai mulai terpikirkan olehku. Jadi, ketika aku menggendongnya di hari pertama, kami berdua tampak canggung. Anak kami tepuk tangan di belakang kami. Katanya, “Papa menggendong mama!” Kata-katanya membuat ku merasa terluka. Dari kamar ke ruang tamu, lalu ke pintu depan, aku berjalan sejauh 10 meter, dengan dirinya dipelukanku. Dia menutup mata dan berbisik padaku, “Jangan bilang anak kita mengenai perceraian ini.” Aku mengangguk, merasa sedih. Aku menurunkannya di depan pintu. Dia pergi untuk menunggu bus untuk bekerja. Aku sendiri naik mobil ke kantor.

Hari kedua, kami berdua lebih mudah bertindak. Dia bersandar di dadaku. Aku bisa mencium wangi dari pakaiannya. Aku tersadar, sudah lama aku tidak sungguh-sungguh memperhatikan wanita ini. Aku sadar dia sudah tidak muda lagi, ada garis halus di wajahnya, rambutnya memutih. Pernikahan kami telah membuatnya susah. Sesaat aku terheran, apa yang telah aku lakukan padanya.

Hari keempat, ketika aku menggendongnya, aku merasa rasa kedekatan seperti kembali lagi. Wanita ini adalah seorang yang telah memberikan 10 tahun kehidupannya padaku.

Hari kelima dan keenam, aku sadar rasa kedekatan kami semakin bertumbuh. Aku tidak mengatakan ini pada Jane. Seiring berjalannya waktu semakin mudah menggendongnya. Mungkin karena aku rajin berolahraga membuatku semakin kuat.

Satu pagi, istriku sedang memilih pakaian yang dia ingin kenakan. Dia mencoba beberpa pakaian tapi tidak menemukan yang pas. Kemudian dia menghela nafas, “Pakaianku semua jadi besar.” Tiba-tiba aku tersadar bahwa dia telah menjadi sangat kurus. Ini lah alasan aku bisa menggendongnya dengan mudah.

Tiba-tiba aku terpukul. Dia telah memendam rasa sakit dan kepahitan yang luar biasa di hatinya. Tanpa sadar aku menyentuh kepalanya.

Anak kami datang saat itu dan berkata, “Pa, sudah waktunya menggendong mama keluar.” Bagi anak kami, melihat ayahnya menggendong ibunya keluar telah menjadi arti penting dalam hidupnya. Istriku melambai pada anakku untuk mendekat dan memeluknya erat. Aku mengalihkan wajahku karena takut aku akan berubah pikiran pada saat terakhir. Kemudian aku menggendong istriku, jalan dari kamar, ke ruang tamu, ke pintu depan. Tangannya melingkar di leherku dengan lembut. Aku menggendongnya dengan erat, seperti ketika hari pernikahan kami.

Tapi berat badannya yang ringan membuatku sedih. Pada hari terakhir, ketika aku menggendongnya, sulit sekali bagiku untuk bergerak. Anak kami telah pergi ke sekolah. Aku menggendongnya dengan erat dan berkata, “Aku tidak memperhatikan kalau selama ini kita kurang kedekatan.”

Aku pergi ke kantor, keluar cepat dari mobil tanpa mengunci pintunya. Aku takut, penundaan apapun akan mengubah pikiranku. Aku jalan keatas, Jane membuka pintu dan aku berkata padanya, “Maaf, Jane, aku tidak mau perceraian.”

Dia menatapku, dengan heran menyentuh keningku. “Kamu demam?”, tanyanya. Aku menyingkirkan tangannya dari kepalaku. “Maaf, Jane, aku bilang, aku tidak akan bercerai.” Kehidupan pernikahanku selama ini membosankan mungkin karena aku dan istriku tidak menilai segala detail kehidupan kami, bukan karena kami tidak saling mencintai. Sekarang aku sadar, sejak aku menggendongnya ke rumahku di hari pernikahan kami, aku harus terus menggendongnya sampai maut memisahkan kami.

Jane seperti tiba-tiba tersadar. Dia menamparku keras kemudian membanting pintu dan lari sambil menangis. Aku turun dan pergi keluar.

Baca Juga : Sang Istri Tetap Tabah Walaupun Diceraikan Suami Setelah Sukses, Namun Apa yang Terjadi??
Di toko bunga, ketika aku berkendara pulang, aku memesan satu buket bunga untuk istriku. Penjual menanyakan padaku apa yang ingin aku tulis di kartunya. Aku tersenyum dan menulis, aku akan menggendongmu setiap pagi sampai maut memisahkan kita.

Sore itu, aku sampai rumah, dengan bunga di tanganku, senyum di wajahku, aku berlari ke kamar atas, hanya untuk menemukan istriku terbaring di tempat tidur – meninggal. Istriku telah melawan kanker selama berbulan-bulan dan aku terlalu sibuk dengan Jane sampai tidak memperhatikannya. Dia tahu dia akan segera meninggal, dan dia ingin menyelamatku dari reaksi negatif apapun dari anak kami, seandainya kami jadi bercerai. — Setidaknya, di mata anak kami — aku adalah suami yang penyayang.

Hal-hal kecil di dalam kehidupanmu adalah yang paling penting dalam suatu hubungan. Bukan rumah besar, mobil, properti atau uang di bank. Semua ini menunjang kebahagian tapi tidak bisa memberikan kebahagian itu sendiri. Jadi, carilah waktu untuk menjadi teman bagi pasanganmu, dan lakukan hal-hal yang kecil bersama-sama untuk membangun kedekatan itu. Miliki pernikahan yang sungguh-sungguh dan bahagia.

Jangan lupa di share kisah inspiratif ini, agar orang lain juga merasakan manfaatnya.

sumber: akuadalahwanita.blogspot.com

Sang Istri Tetap Tabah Walaupun Diceraikan Suami Setelah Sukses, Namun Apa yang Terjadi??

Ia mulai dari tidak ada apa­-apanya bekerja sebagai kuli bangunan hingga akhirnya berhasil menjadi kepala bagian. Kemudian ia membentuk tim pekerja tersendiri yang akhirnya berkembang menjadi sebuah perusahaan konstruksi.

ilustrasi

Sang istri yang mendampingi pria ini sejak kuli bangunan, semakin hari tampak semakin tua. Tubuh yang dulunya langsing, sekarang tampak kasar berotot, kulit pun tidak sehalus dulu. Dibandingkan dengan beribu wanita cantik di luar sana, ia tampak terlalu sederhana dan pendiam.

Kehadirannya senantiasa mengingatkannya akan masa lalu yang sukar. Sang suami berpikir, inilah saatnya pernikahan ini berakhir. Ia menabungkan uang sebesar 1 miliar ke dalam bank istrinya, membeli juga baginya sebuah rumah di daerah kota. Ia merasa, ia bukanlah suami yang tak berperasaan. Sekiranya ia tidak mempersiapkan bekal bagi hari tua istrinya, hatinya pun tidak tenang......

Jangan Lupa Baca : Gadis Ini Menikah Dengan Pria Miskin Karena Patah Hati, Namun Apa yang Diberikan Pria Ini


Akhirnya, ia pun mengajukan gugatan cerai kepada istrinya. Sang istri duduk berhadapan dengannya. Tanpa berbicara sepatah katapun ia mendengarkan alasan sang suami mengajukan perceraian. Tatapannya terlihat tetap teduh dan tenang. Ketika hari sang istri pergi dari rumah pun tiba, sang suami membantunya memindahkan barangbarang menuju rumah baru yang dibelikan oleh suaminya. Demikian pernikahan yang telah dibangun selama hampir 20 tahun lebih itu pun berakhir begitu saja.

Sepanjang pagi itu, hati sang suami sungguh tidak tenang. Menjelang siang, ia pun terburu­buru kembali ke rumah tersebut. Namun ia mendapati rumah tersebut kosong, sang istri telah pergi. Di atas meja tergeletak kunci rumah, buku tabungan berisi 1 miliar rupiah dan sepucuk surat yang ditulis oleh istrinya.

Saya pamit, pulang ke rumah orang tua saya. Semua selimut telah dicuci
bersih, dijemur di bawah matahari, kusimpan di dalam kamar belakang,
lemari sebelah kiri. Jangan lupa memakainya ketika cuaca mulai dingin.
Sepatu kulitmu telah kurawat semua, nanti bila akhirnya mulai ada yang
rusak, bawa ke toko sepatu di sudut jalan untuk diperbaiki.
Kemejamu kugantung pada lemari baju sebelah atas, kaos kaki, ikat
pinggang kutaruh di dalam laci kecil di sebelah bawah.
Setelah aku pergi, jangan lupa meminum obat dengan teratur.
Lambungmu sering bermasalah. Aku telah menitip teman membelikan
obat cukup banyak untuk persediaanmu selama setengah tahun.
Oh ya, kamu sering sekali keluar rumah tanpa membawa kunci, jadi aku
mencetak 1 set kunci serta kutitipkan pada security di lantai bawah.
Semisalnya kamu lupa lagi membawa kunci, ambil saja padanya.
Ingat tutup pintu dan jendela sebelum pagi­pagi berangkat kerja, kalau
tidak, air hujan dapat masuk merusak lantai rumah.
Aku juga membuatkan pangsit. Kutaruh di dapur. Sepulang dari kantor,
kamu dapat memasaknya sendiri...


Tulisannya jelek, sukar dibaca. Namun setiap huruf bagaikan selongsong peluru berisikan cinta tulus, yang ditembakkan menghujam jauh ke dalaman ulu hatinya.

Ia memandang setiap pangsit yang terbungkus rapi. Ia teringat 20 tahun yang lalu ketika ia masih menjadi seorang kuli bangunan, teringat suara istrinya memotong sayur, mempersiapkan pangsit di dapur, teringat betapa suara itu bagikan melodi yang indah dan betapa bahagianya ia pada saat itu. Ia pun tiba­ tiba teringat janji yang diucapkannya saat itu:

"Saya harus memberi kebahagiaan bagi istri saya..." Detik itu juga ia berlari secepat kilat segera menyalakan mobilnya.

Setengah jam kemudian, dengan bersimbah keringat, akhirnya ia menemukan istrinya di dalam kereta. Dengan nada marah ia berkata, "Kamu mau ke mana? Sepagian aku letih di kantor, pulang ke rumah sesuap nasi pun tak dapat kutelan. Begitu caranya kamu jadi istri? Keterlaluan! Cepat ikut aku pulang!"

Mata sang istri berkaca­-kaca, dengan taat ia pun berdiri mengikuti sang suami dari belakang. Mereka pun pulang. Perlahan, air mata sang istri berubah menjadi senyum bahagia....

Ia tidak mengetahui bahwa sang suami yang berjalan di depannya telah menangis sedemikian rupa. Dalam perjalanan sang suami berlari dari rumah ke stasiun kereta, ia begitu takut.. Ia takut tidak berhasil menemukan istrinya, ia sangat takut kehilangan dia.

Ia menyesali dirinya mengapa dirinya begitu bodoh hingga hendak mengusir wanita yang begitu ia cintai. Kehidupan pernikahan selama 20 tahun ini ternyata telah mengikat erat­-erat mereka berdua menjadi satu.

Kekayaan yang sebenarnya bukanlah terletak pada angka di dalam buku tabungan, melainkan terletak pada senyuman bahagia pada wajah anda.

Jangan Lupa Share ya..

HEBAT!! Wanita Cantik Ini Ternyata Resepsionis Gedung Putih Penyandang Disabilitas Tuna Rungu

HEBAT!! itulah satu kata untuk wanita cantik penyandang disabilitas tuna rungu yang ternyata bekerja di Gedung Putih baca White House, Washington DC Amerika Serikat, ya dialah Leah Katz Hernandez waniat usia 27 tahun ini adalah penyandang disabilitas tuna rungu yang menjadi staf presiden Barack Obama. Mungkin diantara kiata tidak menyangka rumah kepresidenan Amerika Serikat memperkerjakan penyandang disabilitas seperti News Wanita kutip dari okezone.com,

"Suatu kebanggaan bagi saya seorang tuna rungu bisa bekerja bersama-sama dengan mereka," kata Hernandez di Jakarta, Rabu, (6/1/2016).

HEBAT!! Wanita Cantik Ini Ternyata Resepsionis Gedung Putih Penyandang Disabilitas Tuna Rungu


Lewat bahasa isyarat, Hernandez memberikan testimoni terkait pengalamannya bekerja sebagai resepsionis Gedung Putih. Ia berbagi pengalaman dengan sesama penyandang disabilitas rungu wicara dari Indonesia.

Hernandez merupakan salah satu dari delegasi pertukaran pemimpin muda penyandang disabilitas rungu wicara AS-Indonesia. Mereka selama 20 hari berada di Indonesia untuk memberikan penguatan dan berbagi pengalaman dengan tuna rungu lainnya.

Selain Hernandez, delegasi lainnya dengan berbagai profesi seperti desainer, dokter, pengacara dan lainnya juga akan berbagi pengalaman dan menjadi sumber inspirasi bagi yang lain.

Hernandez belajar tentang pemerintahan di Gallaudet University di Washington DC.

Perempuan yang besar di Connecticut itu sebelumnya bekerja di markas kampanye Obama di Chicago pada 2012 lalu pindah ke Washington DC dan menjadi asisten di kantor ibu negara Michelle Obama.

Saat ini, ia menjalankan tugasnya menerima tamu Presiden Obama di sayap barat (West Wing) Gedung Putih. Selama menjalankan pekerjaannya, Hernandez dibantu oleh penerjemah bahasa isyarat.

"Saya sebenarnya takut dianggap tidak bisa melakukan pekerjaan ini, tapi tetap yakin," ujar Hernandez. (ant)

Semoga menginspirasi wanita semua di Indonesia, terlebih buat penyandang disabilitas karena tidak ada pembatas dan hambatan dengan keterbatasan. 

Jangan Lupa Baca Juga : Polisi Wanita Cantik ini adalah Penghafal Al-Qur'an 20 Juz

Jangan lupa juga Share untuk mengisnpirasi kita semua!!

MEMBANGGAKAN!! Polwan Cantik ini Ternyata Hafal Al-Qur'an 20 Juz

Siapa sangka dibalik kecantikannya sebagai aparat penegak hukum, ternyata hafal Al-Qur'an 20 Juz. Ya, dialah Bripda Rizka Munawwaroh, yang merupakan Polwan di Polda Sumsel ini terlihat sama seperti polwan kebanyakan, ternyata dara kelahiran Palembang, 15 Agustus 1996, mempunyai kelebihan yakni sudah menghafal Alquran. 



Hafalan Alquran dia ternyata sudah hampir 20 juz dan terus menghafal hingga bisa 30 juz. "Sudah punya niat menghafal Al-Quran sejak SD, tetapi sempat berhenti karena pikirannya saat itu maunya main terus. Jadi setelah SMP, kembali menghafal dan terus dilakukan hingga saat ini," cerita bungsu dari dua bersaudara dikutip Dream dari laman Facebook Divisi Humas Mabes Polri. 

Dari hafalan Alquran yang dilakukannya, ia selalu mendapat kemudahan dalam melakukan atau mengikuti tes. "Punya cita-cita ingin kuliah di Mesir dan sudah ikut tes, setelah itu dapat panggilan. Begitu pula dengan ikut tes polisi dan mendapat panggilan," ujar Rizka. Di situ yang cukup berat menentukan pilihan, cita-cita ingin kuliah di Mesir dan mendalami ilmu agama, di sisi lain polwan juga masa depan yang mungkin tidak datang dua kali. Pilihannya jatuh pada Polwan dan menurutnya mungkin ini sudah menjadi jalan hidupnya. 

Baca Juga: Inilah 10 Negara yang Sudah Menerapkan Kesetaraan Gender Dengan Baik

Meski tidak dapat kuliah di Mesir untuk memperdalam ilmu agama, ia tetap membulatkan tekad untuk terus menghafal Alquran yang dianggap juga sebagai memperdalam ilmu agama. Meski kesibukannya sebagai seorang Polwan ia tetap menghafal Alquran. Dengan sistem dibaca sampai 3 kali lalu diulang kembali per ayat, ia yakin dapat menghafal Alquran sebanyak 30 juz. Ketika disinggung mengenai HUT Bhayangkara, dara berhijab ini berharap koprs tempatnya bernaung dapat lebih baik lagi ke depan. "Sebagai penegak hukum agar bisa lebih adil lagi dalam menegakan hukum. Yang benar katakan benar jika memang benar dan salah katakan salah jika itu salah," tegasnya. (Ism)

Sumber: dream.co.id

Gadis Ini Menikah Dengan Pria Miskin Karena Patah Hati, Namun Apa yang Diberikan Pria Ini Padanya Membuatnya Menangis!

Banyak orang yang mendambakan kisah cinta yang romantis dan penuh dengan imajinasi. Namun masih ada sebagian orang yang merasa, kehidupan yang tenang dan terlihat sedikit datar juga bisa bahagia.

Sama seperti gadis ini, ia sempat memiliki seorang pacar dan mereka saling mencintai, namun akhirnya pacarnya menyakitinya dan meninggalkan luka yang mendalam ketika mereka putus. Setelah ia putus, ia sangat sedih dan kesepian, hanyalah seorang pria yang tinggal di sebelah rumahnya yang sangat memperhatikannya dan membantunya keluar dari keterpurukkan ini. Mereka tidak saling mencintai, namun gadis itu sesaat berpikir mungkin hanya pria inilah yang tulus padanya sehingga pada akhirnya mereka memutuskan menikah.

Gadis Ini Menikah Dengan Pria Miskin Karena Patah Hati, Namun Apa yang Diberikan Pria Ini Padanya Membuatnya Menangis!


Gadis ini tidak ingin berfoto dan mengadakan pesta pernikahan karena ia merasa mereka dapat bercerai kapan saja. Karena suaminya adalah pegawai yang miskin, mereka pada akhirnya harus bekerja keras di kota besar. Tidak ada perubahan yang terjadi setelah pernikahan mereka, mereka hanya pindah ke rumah kontrakan yang sedikit lebih besar dan harus bekerja keras setiap hari. Suaminya setiap hari harus bekerja pukul 6 pagi sampai pukul 6 sore, sedangkan gadis ini pergi bekerja di supermarket dengan jam kerja yang tidak tetap. Keduanya pun sangat jarang berkomunikasi. Pria ini merasa hubungan ini tidaklah sehat, ia akhirnya memutuskan membeli sebuah sepeda dan pulang ke rumah setiap istirahat siang untuk memasak dan makan bersama istrinya. Awalnya gadis ini juga tidak tahu apa yang dilakukan suaminya, namun pada akhirnya ia pun memutuskan untuk pulang setiap siang dan memasak untuk suaminya, kemudian keduanya pergi kerja bersama.

Gadis Ini Menikah Dengan Pria Miskin Karena Patah Hati, Namun Apa yang Diberikan Pria Ini Padanya Membuatnya Menangis!


Tanpa terasa, gadis ini berulang tahun pertama kalinya sejak pernikahan mereka. Di hari ulangtahunnya, suaminya membelikan sebuah kue tart kecil dan memberikannya sebuah buku tabungan. Isinya hanya 300 dollar saja. Ketika dia kebingungan akan hadiah ini, suaminya berkata, "Sejak saat ini, aku akan memberikan kamu uang tabungan 300 dollar setiap bulannya. Kerjaanmu tidak stabil, mungkin hanya cukup untuk biaya sehari-­hari saja. Sekarang aku masih muda dan bisa bekerja keras, aku akan memberikan kamu sedikit uang untuk tabungan masa tuamu.

Walaupun tidak banyak, aku berjanji akan terus memberikan 300 dollar setiap bulannya."

Gadis ini tidak percaya suaminya akan berjanji seperti demikian. Ia sendiri bahkan tidak pernah memikirkan hari tuanya, namun pria ini ternyata memikirkan hal itu. Demi memenuhi janjinya, pria ini bekerja semakin giat. Ia pun melakukan banyak pekerjaan sambilan seperti menjadi pemungun sampah di lokasi tempat tinggal mereka. Gadis ini merasa pria ini bekerja terlalu keras, namun karena kegigihannya, ia tidak mampu menghalanginya. Karena tak berdaya, dia hanya bisa menyiapkan air dan handuk untuk suaminya, dan menyiapkan beberapa butir telur baginya.

Teman­-teman kerjanya merasa mereka adalah pasangan yang saling mencintai. Hidup yang datar ini tanpa terasa berlangsung selama 4 tahun. Tabungan mereka telah cukup dan akhirnya mereka membeli sebuah rumah kecil tua. Walaupun tidak mewah, namun ini adalah milik mereka sendiri. Ketika membereskan rumah barunya, gadis ini melihat fotonya 4 tahun yang lalu. Ia tiba­tiba menyadari, selama ini hidupnya begitu bahagia. Ternyata begitu lama, ia terus hidup senang dan bahagia.

Pria itu mengeluarkan buku tabungan yang ia berikan sebelumnya. Sekarang isinya tidak hanya 300 dollar saja. 300 dollar tersebut telah bertambah berkali­kali lipat. Saat ini, ia tidak mampu menahan tangisnya. Ia pun memeluk suaminya. Ia baru menyadari, ternyata ia sudah mencintai suaminya ini tanpa ia sadari. Cinta yang menggebu­gebu dan penuh dengan keromantisan hanya terdapat di masa mudanya saja.

Menemukan seorang pria yang begitu mencintaimu dan rela menunggumu, benar­-benar adalah sebuah kebahagiaan juga!

Jangan Lupa Share ya..

Baca Juga: WOWW..!! Riset Membuktikan Wanita Lebih Memilih Pria Kaya Daripada Ketampanan

Sumber: Cerpen.co.id